Jumat, 01 April 2011

IDE DRAMA PASKAH ANAK SEKOLAH MINGGU


RUANG ATAS (PERJAMUAN TERAKHIR)
Ayat Alkitab yang didramakan:
-----------------------------
Matius 26:26-35
Markus 14:17-31
Lukas 22:4-22, 31-34
Yohanes 13:2-28

Pemain:
-------
Yesus, Yakobus, Yohanes, Petrus, Andreas, Yudas, Bartolomeus,
Yakobus anak Alfeus, Thomas, Filipus, Matius, Tadeus, Simon.

Peralatan yang diperlukan:
--------------------------
Meja (bisa juga altar) di atasnya diletakkan cangkir dan mangkuk
yang berisi makanan (anggur, irisan apel, irisan anggur, buah-
buahan, irisan daging kering, buah yang dikeringkan, kacang, roti
yang disediakan untuk dipecah-pecah oleh Yesus) dan minuman (jus
apel, anggur, satu cawan untuk Yesus menuang anggur). Peralatan
makan pada waktu itu umumnya terbuat dari logam, kayu, tembikar,
kaca yang masih kasar, garpu dan sendok tidak biasa digunakan; cawan
khusus untuk diedarkan Yesus; bangku yang tidak ada sandarannya atau
bangku biasa; kostum; kantong uang untuk Yudas; ember dan handuk;
bangku untuk Petrus pada saat drama di mulai.

Dekorasi:
---------
Aturlah dekorasinya sebelum kebaktian di mulai. Jika perjamuan kudus
dilakukan sebagai bagian dari drama ini, peralatan untuk perjamuan
kudus bisa menjadi bagian dari alat-alat yang diatur di atas meja.
Beberapa murid bisa berdiri di belakang murid lainnya atau duduk di
sekeliling meja.

Skenario:
---------

(Yesus, Petrus, dan Yohanes masuk memimpin murid-murid lainnya)
Petrus : Inikah tempat yang Engkau maksudkan itu Rabi? Ruangan ini
nyaman sekali.

Yohanes : (Memandangi meja yang sudah diatur) Dan semua yang kita
perlukan sudah tersedia.

Yesus : Petrus dan Yohanes, kalian sudah mengerjakannya dengan
baik. Ini ruangan yang Aku perlukan.

Yudas : (Maju ke depan murid-murid) Duduklah di sini, Guru.
(Menunjuk sebuah kursi untuk Yesus, yang duduk tetapi
kemudian berdiri lagi ketika Yudas juga menunjukkan
kepada murid-murid lainnya, kecuali Petrus, di mana mereka
harus duduk. Petrus lalu duduk di bangku di depan meja).

Yesus : (Berlutut di depan Petrus dengan ember dan handuk)
Lepaskan kasutmu, Petrus.

Petrus : (Mengulurkan tangannya seolah-olah ingin menghentikan
Yesus) Guru, Kau tidak seharusnya membasuh kakiku. Engkau
bukan pelayan.

Yesus : Sekarang kamu memang tidak memahami apa yang Aku lakukan,
tetapi Aku berjanji bahwa kamu akan memahaminya nanti.

Petrus : (Dengan marah) Tidak, Engkau bukan pelayanku. Tidak
seharusnya Engkau membasuh kakiku.

Yesus : (Juga marah) Kalau begitu, kamu juga bukan lagi murid-Ku!
Petrus : (Mulanya tertegun, kemudian membuka tangannya dengan penuh
keyakinan) Kalau begitu basuhlah juga tangan dan
kepalaku.

Yesus : (Melihat ke murid-murid yang lain) Kalian semua bersih,
kecuali satu orang. (Para murid saling berbisik-bisik
ketika Yesus membasuh kaki Petrus).

Yudas : (Bangkit berdiri dan berkata kepada mereka semua; para
murid sepertinya tidak mendengarkannya) Lihatlah apa yang
Dia lakukan! Ketika kita memasuki Yerusalem empat hari
yang lalu, orang-orang mengelu-elukan Dia sebagai raja.
Mereka tahu bahwa Dia adalah Mesias kita! Sesuatu harus
segera terjadi; seseorang harus melakukan sesuatu untuk
meyakinkan Yesus bahwa inilah saatnya untuk mendirikan
kerajaan-Nya. Dan Dia ada di sini, sedang membasuh kaki
Petrus. (duduk)

Yesus : (Bangkit dan berbicara kepada murid-muridnya) Aku ingin
kalian mengetahui meski Aku adalah Tuhan dan Guru,
Aku juga adalah seorang pelayan. Dan kalian juga harus
saling membasuh kaki seorang dan yang lainnya. (Duduk di
kursi yang telah dipilih oleh Yudas).

Yudas : Guru, Yohanes dan Petrus telah melayanimu dengan baik.
Kita gratis menggunakan ruangan ini, meskipun kita bisa
membayar sewanya. Akhir-akhir ini persembahan
(mengguncangkan kantong uang) sudah banyak. Kita akan
dapat menolong banyak orang miskin. Aku sangat senang
melayani-Mu, Guru, dan berharap bisa melanjutkan
pelayanan-Mu ketika Engkau menjadi raja di Israel. (Yesus
memandang dia dengan penuh pemahaman dan kekecewaan.
Petrus kemudian berbicara).

Petrus : Yesus tidak pernah mengatakan kepada kita bahwa Dia
berencana untuk memerintah Israel.

Yudas : Tetapi sebelum Herodes membunuh Yohanes Pembaptis, Yesus
dengan jelas mengatakan bahwa Dia datang tidak untuk
membawa damai tetapi untuk membawa pedang yang akan
memisahkan anak dari ayah dan anak perempuan dari ibunya
(Matius 10:34-35).

Tomas : (Sedih) Tetapi Dia tidak berbicara tentang perang dalam
arti sebenarnya. Yang Dia maksud adalah bahwa kita akan
dipecah-belah oleh pemikiran-pemikiran kita. Kita semua
memiliki anggota keluarga yang tidak percaya bahwa Yesus
adalah Mesias kita. Bukankah seperti itu maksud-Mu Guru?

Andreas : Guru, manakah yang benar? Apa yang akan Engkau lakukan?
Yesus : (Menghela napas dan memandang murid-murid-Nya) Aku sudah
mengatakan kepadamu bahwa kerajaan-Ku bukanlah kerajaan
yang ada di dunia.

Petrus : Rabi, di mana pun kerajaan-Mu berada, aku akan melayani-Mu
dengan setia. (Murid lainnya mengangguk dan bergumam
setuju sementara Yudas menggeleng-gelengkan kepalanya dan
memandangi Yesus).

Yesus : Apakah kamu benar-benar tahu apa yang kamu ucapkan itu
Petrus? Sebelum ayam berkokok menjelang esok pagi, engkau
akan menyangkali Aku tiga kali.

Petrus : (Sangat sedih, bangkit berdiri) Tuhan, aku tidak akan
melakukan itu! Aku akan dipenjara untuk-Mu! Aku akan mati
untuk-Mu!

Yesus : (Tersenyum sedih ketika pelan-pelan Petrus duduk) Petrus,
Aku akan berdoa supaya kamu memiliki kekuatan. (Melihat
para murid) Kalian semua harus tahu, sebelum malam ini
berakhir, salah satu dari kalian akan mengkhianati Aku.
(Setiap orang terpaku sesaat. Para murid kemudian
memutuskan untuk makan, membagikan makanan dan saling
bercakap-cakap).

Petrus : (Meminta perhatian Yohanes) Yohanes, tanyakan kepada-Nya
siapa yang akan mengkhianati Dia? (Hanya Yohanes dan
Yudas yang mendengar hal ini).

Yohanes : Guru, siapakah yang akan mengkhianati Engkau? Siapa itu
di antara kami?

Yesus : Aku akan mencelupkan roti ini dan memberikannya
kepadanya. (Memasukkan roti ke dalam mangkuk dan
memberikannya kepada Yudas).

Yudas : (Mengambil roti itu, memandang roti itu beberapa saat, dan
kemudian mengangkatnya) Maksud Guru, bukan aku, kan?

Yesus : Kamu telah mengatakannya. (Yudas membuang roti dan
kantong uang itu, dan meninggalkan panggung).

Filipus : Matius, akan pergi kemana Yudas? Mengapa dia pergi
sekarang saat makan malam belum selesai?

Matius : Aku tidak mendengar apa yang mereka bicarakan, Filipus.
Mungkin masih ada sesuatu yang diperlukan untuk Paskah.

Simon : Dia membicarakan uang. Mungkin dia pergi untuk membagikan
uang itu kepada orang miskin.

Thadeus : Lalu mengapa dia meninggalkan kantong uang ini?
Yesus : (Memegang roti sedangkan para murid diam dan mendengarkan
dia) Terpujilah Allah. Terimalah dan makanlah. Inilah
tubuh-Ku, yang diberikan kepadamu. Lakukanlah ini untuk
mengenang Aku. (Yesus memecah-mecah roti dan membagikannya
kepada para murid di sebelah kanan dan kiri-Nya. Setiap
murid mengambil seiris kecil roti dan memakannya meskipun
mereka sepertinya bertanya-tanya dan berbisik-bisik satu
dengan lainnya).

Pilipus : Guru, apakah ini yang Kau maksudkan ketika Engkau berkata
kepada orang banyak di Kapernaum bahwa Engkau adalah roti
hidup? (Yohanes 6:35).

Yesus : Ya, kamu yang memakan roti ini akan hidup kekal (Yohanes
6:58). (Menuang minuman ke dalam cawan dan mengangkatnya
sedangkan para murid diam melihat) Terpujilah Tuhan,
Minumlah ini kamu semua. Inilah darah-Ku, yang tercurah
untuk kamu semua." (Yesus memberikan cawan itu dan setiap
murid meminum dari cawan itu).

Thomas : "Rabi, apa maksud semua ini?"
Yesus : "Aku telah memberikan tubuh dan darah-Ku. Ketika kamu
makan dan meminumnya, kamu hidup di dalam Aku dan Aku
hidup di dalam engkau. Sekarang Aku memberimu perintah
yang baru. Kasihilah sesamamu seperti Aku telah mengasihi
kamu. Jangan kuatir dan sedih tentang apa yang akan
terjadi. Percayalah kepada Allah dan percayalah kepada-Ku.
Aku pergi untuk menyediakan tempat bagimu di Rumah Bapa-
ku. Sekarang (Dia berdiri) Aku harus pergi untuk berdoa."
(Yesus keluar. Para murid sekarang bisa melayani Perjamuan
Kudus kepada para jemaat, jika diinginkan, atau semua
murid kecuali Yohanes bisa keluar).

Yohanes : Marilah kita bangkit dan memberitakan Kristus. Yesus
berjanji bahwa ada banyak tempat di rumah Bapanya.

Jemaat : Dia pergi untuk menyiapkan tempat bagi kita.
Yohanes : Yesus berjanji bahwa Dia akan datang lagi.
Jemaat : Dia berjanji akan datang bagi kita dan membawa kita
kepada Bapa-Nya.

Yohanes : Yesus mengatakan, `Akulah jalan, kebenaran dan hidup.`
Jemaat : Kita datang kepada Bapa melalui Dia.
Yohanes : Yesus berjanji memberi kita Penolong.
Jemaat : Ia mengirimkan Roh Kudus bagi kita, yang selalu tinggal
dengan kita selamanya.
(t/Ratri)

Sumber diterjemahkan dari:
Judul Buku : Chancel Drama for Lent and Easter:
Y.O.U. are the Christ
Penulis : Carol Hillebrenner
Penerbit : Augsburg Fortress, Minneapolis, USA, 1990
Halaman : 34 - 38

[*Red: Naskah drama di atas hanya merupakan ide dan draft awal saja.
Bisa disederhanakan atau menggunakan sistem dubbing (ada orang di
belakang layar yang berbicara) untuk setiap percakapan yang ada.
Yang penting adalah ekspresi dan bahasa tubuh harus jelas.]




























DIA HIDUP
Dalam drama pendek ini, Anda memerlukan dua orang yang mengenakan
pakaian pada zaman Alkitab dan dua wanita.

Maria Magdalena: Petrus! Yohanes! Cepat kemari!
Petrus : Ada apa?
Maria Magdalena: Dia hilang. Yesus tidak ada.
Yohanes : Tenang, ayo masuk. Aku akan ambilkan minum.
Petrus : Maria, kita melihat dia meninggal. Kita tahu Dia
meninggal.

Maria Magdalena: Tidak, kamu tidak mengerti.
Yohanes : Tenanglah. Aku tahu kamu sedih. Masuklah dan duduk.
Maria : Tolong dengarkan aku. Kami pergi ke kubur pagi ini
untuk meminyaki tubuh Yesus. Kami khawatir tidak
bisa menggulingkan batu di depan kubur itu.

Maria Magdalena: Tetapi saat kami sampai di sana, tidak hanya
batunya yang tidak ada, tubuh Yesus pun juga tidak
ada.

Petrus : Dan kamu yakin kamu pergi ke tempat yang benar.
Maria : Tentu kami yakin. Kami mengikuti Yusuf saat dia
membawa tubuh Yesus dari kayu salib.

Yohanes : Kamu yakin kuburan itu kosong?
Maria Magdalena: Kami bukan wanita bodoh. Aku mengatakan yang aku
lihat. Yesus sudah tidak ada.

Yohanes : Aku harus melihatnya.
Petrus : Tunggu, Yohanes. Aku ikut denganmu.
(Semuanya keluar. Beberapa saat kemudian Petrus,
Yohanes, dan Maria masuk.)

Petrus : Aku tidak tahu apa yang harus aku percayai. Aku
tidak mengerti ini.

Yohanes : Aku percaya Dia hidup.
Maria : Tetapi Yohanes, bagaimana dia bisa hidup. Kamu
melihat dia mati. Aku melihat Yusuf menempatkan dia
di taman kuburan. Dia meninggal dengan cara yang
sangat hina.

Petrus : Aku tidak pernah bermimpi hal ini bisa terjadi.
Aku pikir Yesus akan menyelamatkan kita dari
orang-orang Roma.

Maria : Aku juga berpikiran begitu. Aku memandang Yesus
sebagai raja baru kita. Ingat, aku pernah meminta
supaya kedua anakku dijadikan tangan kanan-Nya dan
sekarang lihat apa yang terjadi pada-Nya. Aku tidak
percaya ini semua telah terjadi.

Maria Magdalena: (Berteriak) Aku melihat Dia. Aku melihat Yesus.
Dia hidup.

Yohanes : Aku tahu itu.
Petrus : Tenang dan katakan apa yang terjadi.
Maria Magdalena: Saat kamu pergi, aku kembali ke kubur itu, tetapi
saat aku melihat ke dalam, aku melihat dua
malaikat. Mereka sangat cantik.

Yohanes : Dan di mana kamu melihat Yesus?
Maria Magdalena: Saat aku menoleh ke belakang, aku melihat seorang
pria. Aku kira dia seorang tukang kebun. Lalu aku
minta dia katakan di mana dia meletakkan Yesus.

Petrus : Jadi, tukang kebun itu memindahkan Yesus ke
kuburan lain. Aku tahu pastinya begitu.

Maria Magdalena: Dia menyebut namaku.
Maria : Tukang kebun itu mengenalmu?
Maria Magdalena: Tidak, dia bukan tukang kebun. Dia adalah Yesus.
Petrus : Aku tahu engkau sangat dekat dengan Yesus. Kamu
benar-benar mengasihi Yesus. Maksudku karena Yesus
telah melakukan sesuatu kepadamu. Tetapi Yesus
sudah meninggal.

Maria Magdalena: Dia memanggil namaku. Aku tahu dia adalah Yesus,
tak ada yang memanggilku seperti Yesus memanggilku.
Aku ingin memeluk Dia dan tidak akan melepaskannya,
namun Dia malah mengutusku untuk mengatakan hal ini
kepada kamu. Yesus telah hidup. Aku melihat Dia.
Dia hidup. (t/Ratri)


Jalan ke Emaus
Ayat:
Lukas 24:13-33

Pemain:
Kleopas, teman seperjalanan, dan Yesus

Alat-alat yang dibutuhkan:
Meja kecil dengan cangkir, piring, roti, minuman, mangkuk berisi
buah-buahan, tiga kursi, pakaian, jubah putih dengan kerudung untuk
Yesus, ceret untuk jus/sirup anggur.

Panggung:
Meja diletakkan di salah satu sisi yang panjang, yang masih bisa
dilihat saat dilewati; pemain muncul dari sebelah meja. (Kleopas
masuk bersama temannya dan berjalan pelan-pelan.)

Teman : Kleopas, aku pikir pasti ada cara yang bisa kita lakukan
untuk menyelamatkan Dia, atau ada sesuatu yang harus kita
lakukan sekarang. Kita tidak seharusnya pulang ke Emaus,
tidak seharusnya kita menyerah.

Kleopas: Semuanya sudah terjadi. Kita berdua percaya bahwa Yesus
adalah Mesias, tetapi Mesias tidak akan mati. Para nabi
mengatakan bahwa Dia akan selalu hidup.

Teman : Tetapi Yesus menyembuhkan orang-orang yang sakit parah dan
cacat. Dia membangkitkan Lazarus dari kematian. Kita ada di
sana saat Lazarus mati. Kita melihat dia dimasukkan ke
dalam kuburnya. Kita melihat dia berjalan keluar dari
kuburnya empat hari kemudian. Sejak saat itu kita makan
malam bersama dengan dia. Itu bukanlah tipuan. Yesus
memunyai kuasa atas hidup dan mati, lalu mengapa Dia tidak
menyelamatkan diri-Nya sendiri?

Kleopas: Aku sering mendengar Yesus berbicara tentang kematian,
tetapi aku tidak memahaminya dan saat ini pun aku juga
tidak mengerti.

Teman : Andreas berbicara tentang kebangkitan pada hari ketiga.
Ingat, Yohana dan Maria mengatakan bahwa mereka melihat
seorang malaikat pagi ini di kubur Yesus. Dan Maria
Magdalena mengaku bahwa dia berbicara dengan Yesus.

Kleopas: Maria Magdalena pernah dirasuki setan.
Teman : (Berhenti dan melangkah pelan) Betul. Yesus mengusir
setan-setan itu. Tetapi jangan lupa bahwa Petrus dan
Yohanes juga melihat bahwa kubur itu kosong.

Kleopas: Bisa jadi itu adalah tipuan orang-orang Romawi. Aku tidak
akan melewati mereka, bila aku ingin menyembunyikan mayat
Yesus dan mereka pasti ingin menyalahkan kita karena kita
adalah pengikut Yesus. Mereka mungkin juga ingin menghukum
kita sebagai penjahat.

Yesus : (Masuk) Damai besertamu.
Kleopas: Dan bersamamu juga, Orang Asing.
Yesus : Aku dengar kalian berbicara tentang orang-orang Roma.
Apakah sedang terjadi sesuatu di Yerusalem?

Kleopas: Kamu pasti satu-satunya orang di Yerusalem yang tidak tahu
peristiwa yang paling mengerikan yang telah terjadi
beberapa hari terakhir ini.

Yesus : Apa yang telah terjadi?
Teman : Mereka menyalibkan Tuhan kita.
Kleopas: (Dengan nada ingin tahu) Maaf, Orang asing, kami tidak
mengenalmu atau tahu apa pendapatmu tentang orang yang
kami ... yang bagi orang lain dipercayai sebagai Mesias.
Namanya Yesus dari Nazaret. Para imam kepala menyerahkan
Dia kepada orang-orang Roma supaya disalib seperti seorang
penjahat.

Teman : Kami sangat berharap bahwa Dia adalah benar-benar Kristus,
yang datang untuk membebaskan kami dari penjajahan Roma.
Tetapi Dia mati tiga hari yang lalu.

(Ketiga tokoh ini berjalan pelan menuju meja.)
Kleopas: Beberapa wanita dari kelompok pengikut Yesus pagi-pagi
sekali pergi ke kubur Yesus untuk mempersiapkan mayat Yesus
sebelum dikubur. Mereka tidak menemukan mayat Yesus dan
saat kembali mereka mengatakan bahwa mereka melihat
malaikat yang mengatakan bahwa Dia telah bangkit dari
kematian.

Teman : Yohanes dan Simon Petrus juga melihat kubur itu kosong.
Kleopas: Ya, tetapi mereka tidak mengaku melihat malaikat atau
Yesus sendiri, seperti yang dikatakan Maria Magdalena.

Yesus : Betapa bodohnya kalian, kalian tidak benar-benar percaya
kepada para nabi. Tidakkah mereka mengatakan kepada kalian
bahwa Mesias akan menderita sebelum dia dimuliakan?

Kleopas: Menderita, itu betul, tetapi Yesus mati!
Yesus : Dia harus mengalami penderitaan yang paling dalam, yaitu
kematian. Itu semua adalah bagian dari rencana Allah. Saat
pertama kali Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, Allah
menjanjikan kepada mereka seorang keturunan yang akan
mengalahkan iblis. Abraham dan Sarah dijanjikan bahwa dari
keturunan merekalah Mesias akan lahir. Yesaya menubuatkan
seorang anak yang dilahirkan dari seorang wanita muda akan
dianggap hina dan ditolak oleh semua orang, seorang manusia
yang selalu diliputi dengan kesedihan. Selama berabad-abad
kamu telah mengorbankan domba yang tidak bercacat supaya
darahnya membersihkan kamu dari dosa. Sekarang kamu telah
mendapatkan Domba Allah. Melalui darah-Nya, dosa-dosamu
diampuni. Itulah pesan yang harus disampaikan ke seluruh
dunia.

Kleopas: Kamu mengetahui Alkitab kami, seperti Yesus.
Teman : (Meletakkan tangannya ke lengan Yesus) Tinggallah bersama
kami malam ini, Sobat. Hari sudah hampir malam dan sudah
mulai gelap.

Kleopas: Ya, tinggallah bersama kami. Jalanan tidak aman bila hari
gelap. Orang-orang Zelot mengaku sedang mencoba mengalahkan
Roma, tetapi pada malam hari mereka sering salah tangkap
orang karena mereka sering mengira orang yang sedang dalam
perjalanan itu sebagai orang yang bekerja untuk orang-orang
Roma.

Teman : (Berhenti di samping meja dan menggelengkan kepala) Saya
sangat sedih dan bingung. Seolah-olah kami harus melakukan
sesuatu, tetapi saya tidak tahu apa itu atau di mana harus
memulainya.

Kleopas: (Memersilakan Yesus duduk) Kamu pasti lapar. Mari kita
makan bersama-sama.

Yesus : Pasti Kristusmu akan mengatakan kepadamu bahwa sekarang
bukanlah saatnya untuk menyerah.

(Teman dan Kleopas duduk, Kleopas duduk agak jauh dari
Yesus.)

Kleopas: Tetapi bagaimana kami bisa mengatakan kepada semua orang
tentang Kristus yang mati? Alkitab kami mengatakan bahwa
Dia akan hidup selamanya.

Teman : (Menuangkan minum untuk Yesus dan Kleopas) Bagaimana bila
Maria Magdalena benar? Bagaimana bila Yesus telah bangkit
dari kematian? Bukankah itu berati Dia punya kuasa atas
kuburan? Aku pikir itu sama halnya dengan hidup selamanya.

Yesus : Kamu telah mendengarkan dengan baik perkataan Yesus.
(mengangkat roti dan pelan-pelan memecah-mecahkannya)
Pujilah Tuhan! (memberikan satu roti kepada Teman dan
Kleopas). Terimalah dan makanlah.

Teman : Yesus! Engkau hidup!
Kleopas: (Berdiri) Guru!
(Kleopas menolong temannya berdiri dan memeluk dia; Yesus
keluar saat mereka tidak melihat.)

Kleopas: (Melihat ke sekeliling) Ke mana Dia pergi?
Teman : Aku tak tahu. Tetapi aku mulai mengerti. Saat kita
berjalan dengan Dia tadi dan Dia menjelaskan Alkitab
kepada kita, tidakkah kamu merasa seolah-olah ada api yang
membakarmu?

Kleopas: (Berdiri) Ya, dan api itu masih membakar. Kita harus
melakukan apa yang Dia katakan. Ayo kita katakan kepada
yang lainnya bahwa Yesus telah hidup.


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kubur yang Kosong

Pemain:
Prajurit Roma 1, Prajurit Roma 2, Maria, Maria Magdalena, Yohana,
Malaikat, Yesus, Yohanes, Petrus.

Peralatan:
  1. Pakaian.
  2. Kubur (dapat dibuat dari kayu dan ditutup dengan kain supaya
    terlihat seperti batu, dapat berupa sebuah tenda (dome) yang
    ditutup dengan kain abu-abu, atau dapat juga lorong buntu yang
    ditempatkan di panggung).
  3. Pintu yang dibuat seperti pintu batu.
  4. Pelbet yang ditutup dengan kain putih.
  5. Jubah putih dengan kerudung untuk Yesus.
  6. Lampu yang terang di dalam kubur.
  7. Tombak dan perapian untuk para prajurit (jika ada).
  8. Efek suara batu digeser.
  9. Tiga jambangan atau kotak tempat rempah-rempah untuk orang mati.
Dekorasi:
Kubur dengan perapian di depannya. Akan lebih baik jika adegan
didukung dengan pencahayaan yang redup. "Kubur yang Kosong" paling
efektif jika dimainkan pada awal kebaktian segera setelah pujian.

Skenario:
[Prajurit 1 dan 2 masuk. Prajurit 1 duduk di dekat perapian;
prajurit 2 berjalan mondar-mandir.]

Prajurit 1
:
Apa yang kita kerjakan di sini? Masa kita harus menjaga kuburan orang mati? Siapa juga Dia ini sebenarnya?
Prajurit 2
:
Dia seorang tukang kayu dari Nazaret, tapi banyak orang yang percaya bahwa Dia lebih dari itu. Ada legenda yang dipercayai bangsa ini bahwa Raja dari segala raja akan dilahirkan di sebuah kota kecil yang bernama Betlehem, di dekat daerah ini. Mereka akan memanggil Raja ini Kristus. Banyak orang yang percaya bahwa orang dari Nazaret ini adalah Kristus yang dijanjikan itu.
Prajurit 1
:
Hmm, Dia sekarang adalah Raja yang sudah mati dan kuburan-Nya ini adalah kerajaan-Nya. Bagaimana kamu tahu semua itu?
Prajurit 2
:
[mengangkat bahu dan berpura-pura tidak tertarik sambil menjelaskan dengan berjalan mondar-mandir lagi] Kepercayaan orang-orang di sini menarik juga. Dan ... aku melihat Dia mati. Ada tulisan di salib-Nya. Tulisan itu bunyinya Raja orang Yahudi. Ada juga gempa bumi, tidak seperti biasanya ....
Prajurit 1
:
O, ya? Kalau memang Dia raja, Dia sekarang sudah mati. Apa yang bisa Dia lakukan?
Prajurit 2
:
[berhenti berjalan dan berbicara menghadap jemaat] Dia menyembuhkan orang buta, tuli, dan lumpuh. Dia mengusir roh jahat dan membangkitkan orang mati.
Prajurit 1
:
Kamu tidak percaya itu semua, kan?
Prajurit 2
:
[berjalan lagi] Aku tidak tahu. Aku dengar Dia mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Dia akan mati dan akan bangkit lagi pada hari yang ketiga.
Prajurit 1
:
Tak seorang pun akan keluar dari kubur batu itu.
Prajurit 2
:
Bagaimana jika para pengikut-Nya mencoba untuk mencuri mayat-Nya dan kemudian mengatakan bahwa Dia telah menepati janji-Nya?
Prajurit 1
:
Kita ini prajurit. Kita punya tombak. Kita bisa mengatasi masalah seperti itu. Sekarang, aku mau tidur dulu sebentar. Kamu yang menjaga batu itu kalau memang kamu begitu khawatir tentangnya. [menyandarkan kepalanya ke lutut lalu tidur]
[Terdengar suara batu digeser ketika muncul cahaya yang terang dari
dalam kubur dan malaikat menggeser batu penutup kubur itu tanpa
terlihat.]

Prajurit 2
:
[membangunkan Prajurit 1] Batu itu bergeser!
Prajurit 1
:
[berjalan mendekati kubur] Mayat itu hilang! Ada
di mana mayat itu?
Prajurit 2
:
Aku tidak tahu! Aku tidak melihat apa-apa!
Prajurit 1
:
Lebih baik kita laporkan saja kejadian ini! Ayo!
[Para prajurit lari keluar dan meninggalkan tombak mereka. Kuburan
menjadi sunyi dan perlahan cahaya diatur lebih terang. Yohana,
Maria, dan Maria Magdalena masuk membawa rempah-rempah untuk
mengurapi orang mati.]

Yohana
:
Aku senang matahari sudah terbit. Lebih mudah
melihat jalan setapak ini. Aku yakin prajurit yang
disuruh menjaga kubur itu akan menghadang kita di
sini.
Maria
:
Mereka tidak punya alasan untuk menghadang kita.
Kita harus meminyaki tubuh Guru kita dengan baik.
Apakah menurutmu kita bisa membujuk para prajurit
itu untuk menggeser batu itu untuk kita?
Maria Magdalena
:
Ah, prajurit Roma! Sepertinya tidak. Kita harus
meminta tolong pada orang lain.
Yohana
:
[nampak terkejut dan menjatuhkan kotak rempah-
rempah] Lihat! Batu itu sudah bergeser!
[Ketiga wanita itu bergegas menuju kubur itu dan melihat ke
dalamnya.]

Malaikat
:
[muncul] Jangan takut. Aku tahu kalian mencari
Yesus yang disalibkan itu. Dia tidak ada di sini.
Dia sudah bangkit dari kematian seperti yang
dikatakan-Nya kepada kalian. Pergilah dan
katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah
bangkit!
[Maria dan Yohana segera keluar, Maria Magdalena tetap tinggal di
situ sambil menangis. Yesus masuk.]

Yesus
:
Ibu, mengapa engkau menangis?
Maria Magdalena
:
Mereka sudah mengambil Tuhanku dan aku tidak tahu
ke mana mereka membawa-Nya.
Yesus
:
Siapa yang engkau cari?
Maria Magdalena
:
[melihat Dia untuk yang pertama kalinya] Apakah
Engkau penunggu taman? Apakah Engkau yang mengambil
Tuhanku itu? Tuan, katakanlah di mana Dia sekarang
dan aku akan pergi mencari-Nya.
Yesus
:
Maria, apakah Engkau tidak mengenali Aku?
Maria Magdalena
:
[berlutut dan berniat memegang Dia] Rabuni!
Yesus
:
Janganlah engkau memegang Aku, Maria, sebab Aku
belum pergi kepada Bapa. Pergilah dan katakan
kepada saudara-saudara-Ku bahwa Aku akan kembali
kepada Bapa-Ku.
[Maria Magdalena segera keluar; Yesus diikuti oleh Malaikat keluar
melalui arah yang berlawanan lebih perlahan-lahan. Yohanes, kemudian
Petrus dan Maria Magdalena masuk.]

Yohanes
:
[berlutut di luar kubur] Dia tidak ada di tempat
kami meletakkan Dia.
Petrus
:
[masuk ke dalam kubur dan menyentuh kain kafan]
Dia sudah bangkit! Sekarang aku tahu. Kuasa-Nya
lebih besar dari para raja yang ada; Dia telah
mengalahkan maut!
[Mereka bertiga berdiri dan berkata satu kepada yang lain dan kepada
jemaat: "Kristus telah bangkit! Tuhan Yesus Kristus telah bangkit
hari ini!" Keluar melalui tiga arah yang berbeda jika memungkinkan.]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar